Bukittinggi – Dalam rangka memperingati 100 Tahun Jam Gadang, Pemerintah Kota Bukittinggi menyelenggarakan Seminar Internasional yang mengangkat tema hubungan sejarah, budaya, dan diplomasi antara Indonesia dan Belanda. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama peringatan satu abad Jam Gadang sebagai ikon bersejarah yang telah menjadi simbol Kota Bukittinggi sekaligus destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Seminar menghadirkan akademisi, sejarawan, peneliti, diplomat, serta perwakilan institusi dari Indonesia dan Belanda untuk membahas perjalanan sejarah pembangunan Jam Gadang, warisan arsitektur kolonial, hingga peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, kebudayaan, dan pariwisata. Melalui forum ini, para peserta bertukar gagasan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya sebagai sarana mempererat hubungan antarbangsa.
Selain sesi diskusi ilmiah, kegiatan juga diramaikan dengan pameran sejarah, dokumentasi arsip, pertunjukan seni budaya Minangkabau, serta promosi produk UMKM lokal. Rangkaian acara tersebut menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
Pemerintah Kota Bukittinggi berharap Seminar Internasional 100 Tahun Jam Gadang menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia–Belanda sekaligus memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan Jam Gadang sebagai simbol persahabatan internasional, pusat pembelajaran sejarah, serta inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa menuju masa depan yang berkelanjutan.